• Selamat Menunaikan Ibadah Puasa & Perubahan Jam Layanan Selama Bulan Ramadhan   • Pemberitahuan Pengenaan Biaya Administrasi Bank Ekonomi   • CBN Luncurkan CBN iControl, Layanan Internet Sehat dan Aman
  NEWS | TECH |JOB |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Sign In | Registration | Entrepreneurs | Love Your Work | Professions | Career Tips | Consultation |
 
   
Entrepreneurs  
 






Andrie Wongso: Sukses bangun 'pabrik' kata mutiara
Entrepreneurs Wed, 20 Nov 2002 09:03:00 WIB

Di bulan Ramadhan seperti sekarang ini yang diikuti hari raya Lebaran, Natal dan Tahun Baru, masyarakat membutuhkan kartu-kartu ucapan untuk keluarga, rekan, sahabat ataupun relasi kerja.
Salah satu orang yang sibuk memproduksi kartu itu adalah Andrie Wongso, direktur PT Harvindo Perkasa yang memproduksi kartu dengan trademark Harvest dan Vicky.

"Bisnis kartu ini saya mulai 1986 hanya dengan modal kecil dari honor melatih kungfu . Waktu itu saya membuat kartu pembatas buku dengan kata-kata mutiara.yang sifatnya memotivasi semangat orang," ujarnya di ruang kerjanya di kawasan pusat niaga Roxy Mas, Jakarta.

Dipilihnya trademark Harvest yang artinya panen karena dirinya menyadari betul bahwa untuk mendapatkan suatu hasil maka harus dimulai dengan kerja keras dulu. "Filosofinya adalah untuk mendapatkan panen kita harus mengolah tanah, menanam, memberi pupuk, menyirami sampai akhirnya mendapat hasil" tandasnya.

Membicarakan bisnis kartu ucapan dengan Andrie Wongso yang dikenal sebagai motivator ulung ini seolah membalik halaman demi halaman lembaran hidupnya.

Maklum pengusaha yang tak segan-segan menyebut dirinya hanyalah seseorang yang masuk kategori SDTT (sekolah dasar tidak tamat) ini berangkat dari tantangan berat yang harus dihadapinya.

Ketika timbul idenya untuk terjun ke bisnis kartu ucapan dengan kata-kata mutiara, Andrie tidak memiliki uang.

Mantan bintang film kungfu di Taiwan ini lalu mengumpulkan uang hasil mengajar privat kungfu 16 kali seminggu sampai akhirnya bisa mewujudkan idenya dalam bentuk kartu dan membayar percetakan.

"Setelah kartu berhasil dicetak, memasarkannya ternyata sulit sekali. Hampir semua toko yang ditawari menolak untuk membeli kartu pembatas buku yang dijual seharga Rp24.000 sebanyak 240 lembar," ujarnya.

Menghadapi situasi semacam itu, perang batin menyergapnya tiap hari , haruskah dia gagal dan meninggalkan usaha yang baru dirintisnya? Akhirnya, kata Andrie, ada satu toko di Lokasari , Jakarta Kota, yang mau membeli hasil produksinya itu.

"Nama toko itu-Toko Peacock-terus saya ingat karena menjadi pembeli pertama hasil karya saya," ungkapnya.

Di awal merintis usaha itu, untunglah ada seorang mahasiswi tingkat tiga di sebuah perguruan tinggi yang kost dan tinggal di sebelah rumahnya.

Gadis itu terus memompa jiwa entrepreneur-nya bahkan ikut sibuk membantu proses pembuatan sampai pemasarannya sehingga usaha itu bisa berkembang sampai saat ini.

Mahasiswi yang kini menjadi pendamping hidupnya-Haryanti Leni Y Soeharto- sekarang membantunya di Harvest sebagai direktur keuangan. Keduanya terus bahu membahu melakukan diversifikasi produk hingga akhirnya tidak terbatas memroduksi kartu saja, tapi juga berbagai stationery dan fancy goods.

"Kalau dulu produksi kami ditolak, sekarang kami malah mendapat lisensi untuk memproduksi karakter Power Puff Girl, Smiley, Magical Doremi yang disukai anak-anak dan remaja," kata bos dari 105 karyawan ini.

Product line yang dihasilkannya selain kartu ucapan adalah buku diary, memo, buku alamat magnetik, poster, map, looses leaf binder, kertas surat, kartu-kartu undangan, kertas kado, buku gambar, sticker, dompet, tas transparan, lem, tempat pensil, penghapus, dompet uang koin, tas sekolah yang semuanya bergambar tokoh yang disukai anak-anak dan remaja.

Produknya ini mudah diperoleh di department store, supermarket seperti jaringan pusat perbelanjaan Matahari, Hero atau di toko-toko buku seperti Gramedia dan Gunung Agung. Penjualan nyapun tersebar melalui distributor di seluruh Jawa, Sumatra Utara, Batam hingga ke Singapura dan Afrika.

Tekad

Kata-kata mutiara bagi Andrie Wongso bukanlah sekadar untaian kata, tapi mampu memberikan semangat dan tekad.

"Kalau kita tidak punya tekad untuk maju ya buat apa wong rohnya bisnis adalah tekad," jelasnya.

Berbekal tekad itulah Andrie menjalani hidupnya sejak kecil hingga dewasa. Anak penjual kue kelahiran Malang, 6 Desember 1954, ini memang sudah mengalami hidup keras sejak kecil. Anak ke dua dari tiga bersaudara ini kerap membantu orangtuanya, penjual kue di kantin sekolah SR Mandarin, Malang.

Seorang kakaknya akhirnya merantau ke Jakarta dan bekerja di pabrik sabun. Tiga tahun kemudian, 1976, Andrie juga menyusul kakaknya dan bekerja sebagai salesman pabrik sabun.

Jauh dari orangtua dan hidup penuh penderitaan diisinya dengan berlatih kungfu yang sudah ditekuni sejak kecil dan kalau malam tiba, dia mulai mencoret-coret kertas, menuliskan kata-kata mutiara untuk dirinya sendiri "Kegagalan dan kesuksesan bukan dinilai dari hasil akhirnya tapi dari proses perjuangannnya,"

Sikapnya yang berani gagal dan berbagai proses penderitaan yang dialami akhirnya membuat Andrie kini bukanlah hadir dengan sosok pengusaha saja, dia juga bisa membagikan pengalamannya untuk memotivasi orang lain lewat seminar, bahkan dia dipercayakan untuk memompa motivasi tim bulu tangkis Indonesia ke Olympiade Sydney dan Uber Cup 2000 yang mencatat kesuksesan dan mengharumkan nama bangsa.

"Sukses bukan milik orang-orang tertentu, kesuksesan milik Anda, milik saya dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati," ujarnya.

Kini selain mengembangkan Harvest, ia juga mendirikan perusahaan multi level marketing forever young dan Action and Wisdom Motivation Training. Selain terus berwiraswasta, Andrie terus mendedikasikan talentanya untuk membangkitkan sikap mental sukses ke banyak orang. Dengan menjadi motivator, Andrie merasa karunia Tuhan yang diberikan padanya itu tidak pernah berhenti mengalirkan kata-kata mutiara dalam hidupnya.

"Jangan cepat puas dan teruslah belajar, karena dengan begitu akan muncul ide-ide baru dan karunia Tuhan itu bagi saya adalah amanah yang harus dibagikan," ujar bapak tiga anak ini.

Andrie mengingatkan bahwa miskin secara mental itu lebih parah dari kemiskinan materi. Karena itu bangunlah mentalitas untuk menjadi orang yang sukses, apalagi kesuksesan itu memang milik Anda.

Hilda Sabri Sulistyo

Sumber gambar: www.koishikawa.gr.jp

Sumber: CBN




Other articles

Amrie jaga keloyalan pelanggan salon
Wed, 13 Nov 2002 09:45:00 WIB
Strategi Gunawan promosikan Pohon Pinang
Wed, 30 Oct 2002 09:34:00 WIB
Ticket Box Ibu Dibyo: Antara Dedikasi dan Warisan Turun Temurun
Wed, 23 Oct 2002 09:06:00 WIB

 

 
Investor indonesia Liputan6.com Tabloid Ibu Anak Majalah Lisa
 
Agenda
 
September 2010
SMTWTFS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
 
 
0%

Tingkat pengangguran di negara Andorra


(amusingfacts.com)

 
Career Tips
 
Dewasa Dalam Berkarir dan Raihlah Kesuksesan
Thu, 02 Sep 2010 14:24:00 WIB